Orchestrating Productive Mathematics Discussion: Overcoming The Challenges Maragret Smith

Orchestrating Productive Mathematics Discussion: Overcoming The Challenges  Maragret Smith
Mengorgansasikan Diskusi Matematika yang Produktif : mengatasi tantanganuntuk) oleh Maragret



Gambaran umum yang sangat familiar tentang 5 praktik untuk mengatur diskusi produktif:
5 tahap praktik untuk mengatur diskusi matematika produktif  adalah sebagai berikut :

Setting goal
a.  Menetapkan tujuan yang melibatkan dan menentukan apa yang ingin siswa pelajari tentang matematika sebagai hasil dari terlibat dalam pelajaran tertentu.
b. Memilih tugas melibatkan mengidentifikasi tugas tingkat tinggi yang selaras dengan tujuan dan memberika akses kepada semua siswa.

1.    Antisipasi
a.    Mengantisipasi melibatkan pertimbangan strategi yang mungkin akan digunakan siswa untuk mendekati atau menyelesaikan tugas matematika yang menantang.
b.     Bagaimana menanggapi pekerjaan yang cenderung dihasilkan oleh siswa.
c.   Strategi siswa mana yang paling berguna dalam mengatasi matematika yang dupelajari.

2.    Monitoring
a. Mendengarkan apa yang dikatakan siswa dan mengamati apa yang mereka lakukan.
b.  Mengajukan pertanyaan untuk menilai apa yang siswa pahami dan memajukan mereka kearah tujuan pembelajaran
c.    Melacak pendekatan yang mereka gunakan


3.    Seleksi
a.  Menentukan strategi apa dan apa matematika yang mejadi focus  diskusi  seluruh kelas; memilih siswa tertentu untuk disajikan karena matematika tersedia dalam tanggapan mereka.
b.  Memastikan bahwa dari waktu ke waktu semua siswa memiliki kesempatan untuk dilihat sebagai penulisan ide matematika.

4.    Urutan
a.    Menentukan solusi yang akan disajikan secara sengaja
b.    Membuat matematika dapat diakses oleh semua siswa
c.     Membangun alur ceruta yang koheren secara matematis

5.     Koneksi
Tujuan pembelajaran Mrs. Mossoti sebagai hasil yang terlibat dalam pembelajaran, ia ingin para siswanya memahami bahwa
a. Tingkat perubahan dapat dilihat sebagai rasio dari perubahan dalam variable  diandingkan dengan perubahan dalam variable  seperti laju dinyatakan dalam kata-kata “untuk masing-masing, per, untuk setiap” dalam deskripsi verbal atau sebagai koefisien  dalam persamaan beberapa fungsi tidak “mulai” pada nol. Artinya, titik  bukan solusi untuk semua fungsi linier.
b.   Intersep  dapat dipahami sebagai nilai awal dari fungsi linier dalam konteks dunia nyata.


Komentar